Aku mencintai 3 pria,
jika satu diantaranya tak banyak kata
itu karena diam adalah isyarat cintanya
sedangkan satu lainnya, hangat penuh makna
karena baginya, membahagiakanku adalah bukti cintanya
Dan untuk pria ketiga
rona cinta untukku adalah senyum lembut dan binar mata indahnya
Kamis, 29 Agustus 2013
Senin, 01 April 2013
Ketika Ahnaf jadi Penjual Ikan
Siang tadi Ahnaf tiba-tiba mendekat. Di tangannya ada rantang plastik dan kresek.
"ummi..." aku yang sedang serius di depan laptop menoleh. sambil duduk di dekatku, ia membuka "dagangannya".
"Ummi, mau beli apa? ini ada ikan.. ayam.. sama telul." Aku pura-pura berfikir. Lalu mulai memilih2 "dagangan"nya. Ahnaf menunggu sambil bernyanyi ciptaannya sendiri "silahkan... silahkan.. silahkan diambil"
"hmm.. umii mau ikan aja deh. eh, ada ikan apa aja?"
"ini ikannya. ada udang.. ada ikan" "udang aja deh... ikannya pedes" aku berpura2 mengambil udang.
"di kasih kecap ya, Mi' " aku mengangguk. setelah selesai "makan", Ia memintaku untuk membayar.
"harganya berapa?" "sibuuu" aku pun memberikannya selembar flanel sebagai uangnya.
g seberapa lama dia kembali dengan kresek yang sudah di isi sesuatu.
"ummi, ini ada ayam" wah, ternyata aku dapet bonus ayam. ^0^
Ahnaf, sedang senang berimajinasi menjadi penjual lauk keliling. terkadang ia berpura2 jadi ibu penjual ikan keliling sambil meletakkan nampan di atas kepala. Ia akan berkeliling sambil berkata "ikan.. ikan .."
Terus terang, aku agak takjub melihat Ahnaf bermain peran seperti adegan di atas. Walaupun memang sering ia jadi penjual ikan.Tapi, tidak dengan adegan yang lebih lengkap seperti tadi. Pertama, dia memperlihatkan dan menyebutkan macam-macam barang dagangannya. Kedua, ia memintaku memilih yang ingin di beli. Ketiga, dia menawarkan servis lebih dengan menambahkan kecap. Ke empat, dia menyebutkan harga untuk barang yang di jualnya.
Alhamdulillah... imajinasinya terus berkembang. begitu pula kosakatanya. Terus belajar ya Sayang... doa Ummi dan Abi selalu menyertaimu. Ummi sayang mbak Iffah :)
"ummi..." aku yang sedang serius di depan laptop menoleh. sambil duduk di dekatku, ia membuka "dagangannya".
"Ummi, mau beli apa? ini ada ikan.. ayam.. sama telul." Aku pura-pura berfikir. Lalu mulai memilih2 "dagangan"nya. Ahnaf menunggu sambil bernyanyi ciptaannya sendiri "silahkan... silahkan.. silahkan diambil"
"hmm.. umii mau ikan aja deh. eh, ada ikan apa aja?"
"ini ikannya. ada udang.. ada ikan" "udang aja deh... ikannya pedes" aku berpura2 mengambil udang.
"di kasih kecap ya, Mi' " aku mengangguk. setelah selesai "makan", Ia memintaku untuk membayar.
"harganya berapa?" "sibuuu" aku pun memberikannya selembar flanel sebagai uangnya.
g seberapa lama dia kembali dengan kresek yang sudah di isi sesuatu.
"ummi, ini ada ayam" wah, ternyata aku dapet bonus ayam. ^0^
Ahnaf, sedang senang berimajinasi menjadi penjual lauk keliling. terkadang ia berpura2 jadi ibu penjual ikan keliling sambil meletakkan nampan di atas kepala. Ia akan berkeliling sambil berkata "ikan.. ikan .."
Terus terang, aku agak takjub melihat Ahnaf bermain peran seperti adegan di atas. Walaupun memang sering ia jadi penjual ikan.Tapi, tidak dengan adegan yang lebih lengkap seperti tadi. Pertama, dia memperlihatkan dan menyebutkan macam-macam barang dagangannya. Kedua, ia memintaku memilih yang ingin di beli. Ketiga, dia menawarkan servis lebih dengan menambahkan kecap. Ke empat, dia menyebutkan harga untuk barang yang di jualnya.
Alhamdulillah... imajinasinya terus berkembang. begitu pula kosakatanya. Terus belajar ya Sayang... doa Ummi dan Abi selalu menyertaimu. Ummi sayang mbak Iffah :)
Langganan:
Komentar (Atom)